![]() |
|||||
![]() |
|||||
![]() |
|||||




Pemrograman visual dan
berorientasi obyek menjanjikan tampilan desain aplikasi yang lebih cantik
karena mereka dijalankan under WINDOWS. Kita semua pasti sudah tahu kelebihan
WINDOWS yaitu user friendly. Dengan modal klik mouse, tunyuk sana, tunyuk sini,
dan keyboard, suatu aplikasi under WINDOWS sudah bisa kita kuasai penggunaannya
dengan mudah.
BAB I.
INTRODUCTION TO DELPHI
Sebelum membahas Delphi, kita
hendaknya tahu terlebih dahulu tentang pemrograman berorientasi obyek (OOP).
OOP adalah pemrograman yang semua komponen-komponennya merupakan suatu obyek. Ciri sebuah
objek adalah memiliki nama, properti dan method/procedure/function. Sebagai
gambaran, Anda bayangkan sebuah ruangan kamar yang di dalamnya terdapat sebuah
meja dan kursi. Kamar dapat diibaratkan
sebuah program, sedangkan meja dan kursi merupakan obyek-obyeknya. Setiap obyek
pasti punya nama dalam hal ini adalah ‘meja’ dan ‘kursi’. Setiap obyek pasti
punya properti/sifat, misalnya meja memiliki warna coklat, tingginya 1 meter,
dll. Dalam pemrograman visual, obyek-obyek yang ada dapat berupa gambar,
grafik, tombol, teks, dsb.
Delphi merupakan suatu
bahasa pemrograman visual dan berorientasi obyek. Tidak hanya Delphi, di pasaran
juga terdapat Visual Basic (VB), Visual C++, FoxPro, dan KyLix. Struktur dan
sintak bahasa pemrograman Delphi mirip dengan bahasa Pascal. So... bagi Anda
yang pernah mengenal Pascal mudah-mudahan lebih cepat menguasai Delphi.
Sesuai namanya WINDOWS,
maka ciri khas aplikasi under WINDOWS adalah adanya window-window atau jendela.
Dalam pemrograman visual, window-window ini disebut FORM. So... dalam belajar
Delphi nanti, Anda akan berhadapan dengan banyak sekali FORM.
|
![]() |
Now... let’s talk about Delphi. Tampilan Delphi adalah seperti yang Anda lihat pada gambar di bawah ini.
Saat Anda masuk pertama
kali ke dalam Delphi, Anda akan langsung diberikan suatu form kosong secara
otomatis. Form ini merupakan tempat kita meletakkan obyek-obyek sekaligus
mendesain tampilannya. So... untuk mendesain tampilan supaya menarik, Anda
harus memiliki jiwa artistik dan seni :-)
About
PROPERTI
Seperti telah dijelaskan di depan bahwa setiap obyek
dalam Delphi (termasuk form) pasti memiliki properti. Properti dapat diubah-ubah
sesuai keinginan. Untuk melihat properti dari suatu obyek, langkahnya:
-
klik obyek yang dipilih
-
properti dapat dilihat pada bagian OBJECT INSPECTOR
(sebelah kiri)
Untuk mengganti properti obyek cukup mengganti value
yang ada di kolom sebelah kirinya.
About
EVENT
Selain properti, dalam Object Inspector juga terdapat
Event dari suatu obyek. Event digunakan untuk membuat procedure yang diaktifkan
(trigered) lewat sebuah event. Agak membingungkan ya?? OK, I’ll make it simple
as I can.
Dalam aplikasi Windows, tentu Anda sering klak-klik
tombol sana sini. Setiap kali Anda klik tombol pasti ada proses sesuatu yang
terjadi bukan? itu adalah salah satu contoh penggunaan event pada obyek yang
dalam hal ini obyeknya adalah tombol (button). Macam-macam event yang ada
banyak sekali, pada contoh tersebut eventnya adalah “ON CLICK” karena suatu
proses akan terjadi ketika kita mengCLICK tombol. Untuk mengeksplorasi
macam-macam event akan kita bahas dalam studi kasus pada bab berikutnya.
Untuk memberikan event suatu obyek, caranya:
-
Klik obyek yang akan diberikan event
-
Klik menu tab EVENT pada OBJECT INSPECTOR
-
Pilih event yang sesuai
-
Double click kotak kosong di sebelah kanan event yang
dipilih
![]() |
Setelah itu Delphi akan memunculkan window sbb:
Window tersebut digunakan untuk menuliskan program yang
akan dieksekusi ketika suatu obyek dikenai event.
Tips:
Apabila Anda tidak melihat OBJECT INSPECTOR, atau
tiba-tiba OBJECT INSPECTORNYA hilang, jangan panik. Untuk menampilkannya
kembali caranya Anda tekan F11 atau klik menu VIEW > OBJECT INSPECTOR
Making
New Project
Aplikasi atau program yang kita buat dalam Delphi
menggunakan istilah “project”. Untuk membuat project baru, langkahnya:
-
Klik menu FILE
-
Pilih NEW APPLICATION
Setelah itu Delphi akan menyediakan form untuk membuat
project baru.
Saving
Project
Dalam Delphi
ada 3 buah file utama (*.dpr, *.pas dan *.dfm).
1.
*.dpr adalah file proyek yang dibuat berisi program
kecil untuk :
• mendefinisikan Unit yang
ada dalam file proyek
• menginisialisasi data
• membangun form
• menjalankan aplikasi
2.
*.pas adalah file unit-unit (pascal code file), bisa terdiri satu atau banyak file dalam satu
project. File inilah tempat kita menuliskan listing program.
3.
*.dfm adalah file definisi Form (special pseudo code file), bisa terdiri
satu atau banyak file. Isi dari file ini adalah properti-properti dari obyek
dalam suatu form. Jika formnya lebih dari satu, maka file ini juga akan lebih
dari satu.
Catatan:
Setiap Form (.dfm) harus memiliki sebuah Unit (.pas), tetapi Anda dapat
memiliki Unit tanpa sebuah Form (hanya kode saja).
Untuk proses penyimpanan program
langkahnya:
-
Pilih
submenu Save Project atau Save Project As pada menu File, dan
Delphi akan menanyakan nama file source code untuk unit (*.pas) dan nama file proyeknya
(*.dpr).
Tips:
Jangan menyimpan file project dan unit
dengan nama yang sama. Hal ini membuat proses penyimpanan gagal.
Membuka File Project
Untuk membuka file project caranya pilih menu OPEN
PROJECT > pilih file project yang diinginkan.
Tips:
Ingat!! Jangan membuka file project
dengan menu OPEN, karena dapat dimungkinkan Anda membuka file unit. Kalau hal
ini terjadi ketika Anda masih bekerja dengan suatu project, maka file unit yang
Anda buka tadi akan menjadi satu dengan project yang sedang Anda kerjakan.
Struktur
Isi File Project (*.dpr), Unit (*.pas), dan Form (*.dfm)
A. File Project
Kita dapat melihat isi
file project, caranya klik menu PROJECT > VIEW SOURCE. Berikut ini adalah
salah satu contoh bentuk isi file project:
![]() |

uses
Forms,
Unit1 in
'Unit1.pas' {Form1};
{$R *.RES}
begin
Application.Initialize;
Application.CreateForm(TForm1, Form1);
Application.Run;
end.
Sepertinya secara sekilas
strukturnya mirip dengan Pascal?? Lha iya emang mirip Pascal, karena basic dari
bahasa Delphi adalah Pascal. Perintah Unit1 in 'Unit1.pas' {Form1}; bermakna bahwa dalam PROJECT1 terdapat satu buah
form dengan nama formnya adalah FORM1. Dalam FORM1 memiliki file unit dengan
nama UNIT1.PAS. Perintah yang sama akan muncul kembali apabila terdapat form
dan unit yang lebih dari satu pada PROJECT1.
Tips:
Jangan coba-coba untuk
utak-atik atau mengubah file ini, karena apabila Anda tidak memahami maksudnya,
bisa rusak projectnya.
B. File Unit
Berikut ini adalah salah
satu contoh isi dari file unit:
unit Unit1;
interface
uses
Windows, Messages, SysUtils, Classes, Graphics,
Controls,
Forms, Dialogs;
type
TForm1 = class(TForm)
Button1: TButton;
procedure Button1Click(Sender:
TObject);
private
{ Private declarations }
public
{ Public declarations }
end;
var
Form1: TForm1;
implementation
{$R *.DFM}
<----- tempat menuliskan event-event -------->
end.
Tips:
Seperti halnya file
project, hindari pengubahan atau penghapusan bagian dari isi file unit di atas
kecuali bagian program untuk eventnya.
C. File Form
Berikut ini adalah contoh
isi file *.dfm
object Form1: TForm1
Left = 192
Top = 107
Width = 544
Height = 375
Caption = 'Form1'
Color = clBtnFace
Font.Charset = DEFAULT_CHARSET
Font.Color = clWindowText
Font.Height = -11
Font.Name = 'MS Sans Serif'
Font.Style = []
OldCreateOrder = False
PixelsPerInch = 96
TextHeight = 13
object Button1: TButton
Left = 120
Top = 16
Width = 75
Height = 25
Caption = 'Button1'
TabOrder = 0
OnClick = Button1Click
end
end
File tersebut menginformasikan tentang properti yang
dimiliki oleh suatu file unit atau suatu form. Dalam file di atas tampak bahwa
terdapat 2 buah obyek dalam suatu form/unitm yaitu obyek form itu sendiri dan
obyek yang kedua adalah tombol (button).
Meletakkan
Komponen dalam Form
Istilah komponen di atas
memiliki arti yang sama dengan obyek. Seperti dijelaskan sebelumnya bahwa kita
dapat meletakkan dan mengatur obyek/komponen dalam form. Komponen-komponen
dalam Delphi sangat banyak sekali. Semakin tinggi versinya jumlah komponennya
semakin banyak. Untuk memudahkan mengingat-ingat letak komponen, maka
komponen-komponen dalam Delphi dikelompokkan dalam Component Palletes.
![]() |
Ada beberapa cara menempatkan komponen
ke form.
-
Pilih
komponen (klik komponen yang diinginkan) pada Components Palette kemudian
klik pada form dimana komponen itu akan diletakkan.
-
Klik
ganda pada komponen yang diinginkan, maka komponen tersebut akan ditambahkan
pada form
-
Anda
dapat menggunakan Copy dan Paste bila ingin membuat komponen yang
sama yang sudah ada pada form. Caranya Shift-Klik kiri pada komponen yang ada di
form, lalu pilih menu Copy (Ctrl-C)
kemudian pilih menu Paste (Ctrl-V).
Menghapus Komponen
Untuk menghapus komponen yang sudah diletakkan
dalam form caranya cukup mudah. Caranya sama seperti ketika Anda menghapus
obyek dalam MS WORD dan konco-konconya, yaitu pilih/klik komponen yang akan
dihapus, trus tekan DELETE.
Menghapus Event
Untuk menghapus event, mmm... ini caranya agak sedikit
rumit.
Perhatikan file unit yang di dalamnya terdapat
dua event di bawah ini.
unit Unit1;
interface
uses
Windows,
Messages, SysUtils, Classes, Graphics, Controls, Forms, Dialogs;
type
TForm1 =
class(TForm)
Button1:
TButton;
Button2:
TButton;
procedure Button1Click(Sender: TObject);
procedure Button2Click(Sender: TObject);
private
{ Private declarations
}
public
{ Public
declarations }
end;
var
Form1: TForm1;
implementation
{$R *.DFM}

procedure TForm1.Button1Click(Sender: TObject);
|
...
end;

|
begin
...
end;
end.
Misalkan Anda ingin menghapus event 1, caranya blok event
1 tersebut kemudian hapus (DELETE). Kemudian hapus pula perintah
procedure
Button1Click(Sender: TObject); yang terletak pada bagian TYPE.
Selanjutnya apabila Anda me-run program, Anda akan
dikonfirmasi oleh Delphi dengan pertanyaan “bla..bla..bla..... Remove the
reference?”, Jawab saja dengan YES.
BAB II. SIMPLE
STUDY CASES
Pada bab ini kalian akan diperkenalkan beberapa studi
kasus permasalahan sederhana yang diimplementasikan menggunakan Delphi.
A.
Studi Kasus I – Bekerja dengan Form
![]() |
Dalam studi kasus ini, kalian diminta membuat program sederhana khususnya untuk event – handling. Desain program adalah seperti dibawah ini.
Ubahlah properti setiap
komponen yang ada seperti di bawah ini:
Komponen
|
Properti
|
Value
|
Form1
|
Caption
|
Contoh Event Handling
|
Height
|
101
|
|
Name
|
Frmkasus1
|
|
Width
|
234
|
|
Label1
|
Caption
|
(kosongkan)
|
Name
|
Lblstatus
|
|
Button1
|
Caption
|
Tombol I
|
Name
|
Btnpertama
|
|
Button2
|
Caption
|
Tombol II
|
Name
|
Btnkedua
|
Skenario:
Apabila Button1 ditekan/diklik,
maka Label1 akan menampilkan teks ‘Anda menekan tombol pertama’ dan warna form
berubah menjadi merah, sedangkan apabila Button2 diklik, maka Label1 akan
menampilkan teks ‘Anda menekan tombol kedua’ dan warna form berubah menjadi
hijau.
Membuat event:
Kita akan memberi event pada
Button1, caranya klik sekali pada Button1, buka events pada Object Inspector,
double klik di sebelah kanan OnCLICK dan lengkapi procedure sehingga menjadi
seperti di bawah ini:
procedure
TFrmkasus1.BtnpertamaClick(Sender: TObject);
begin
Lblstatus.Caption :=
'Anda menekan tombol pertama';
Frmkasus1.Color := clred;
end;
Perintah Lblstatus.Caption :=
'Anda menekan tombol pertama'; artinya adalah memberi value suatu string
pada properti caption dari komponen dengan nama Lblstatus (label1). Sedangkan
perintah FrmKasus1.Color
:= clred; bermakna bahwa properti color dari komponen FrmKasus1 (form1)
diubah menjadi clred(merah).
Dari keterangan di atas, dapat
disimpulkan bahwa kalian dapat mengubah properti suatu komponen dengan
menggunakan code perintah seperti di atas (tidak menggunakan Object Inspector).
Dengan cara yang hampir sama,
lakukan untuk Button2.
Setelah selesai kalian bisa RUN
dengan mengklik menu RUN > pilih RUN atau tekan F8.
![]() |
Untuk keluar dari mode RUN (kembali ke mode EDIT), klik menu RUN > PROGRAM RESET atau tekan CTRL+F2. Dibawah ini adalah tampilan ketika dalam mode RUN.
![]() |
B.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar